Dehon Day yang dirayakan setiap 14 Maret merupakan momen bagi para Dehonian baik itu SCJ atau mereka yang termasuk dalam Keluarga Dehonian untuk membagikan warisan rohani pater Dehon.
Setiap tanggal 14 Maret para dehonian merayakan Dehon Day. Dehon day berarti hari Dehon. Mengapa hari Dehon? Ini karena pater Dehon pendiri Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) lahir pada tanggal 14 Maret 1843. Peringatan hari kelahirannya dikenal dalam kongregasi sebagai “Hari Pendiri” (Founder’s Day). Oleh SCJ hari ini dirayakan sebagai hari panggilan hidup religius sebagai seorang Imam Hati Kudus.
Uskup José Ornelas Carvalho yang dulu pernah menjabat sebagai Superior Jenderal menuliskan dalam sebuah surat tentang hari Dehon Day.
“Salah satu teks yang paling sering dikutip dari Konstitusi SCJ paragraf 7, menyatakan harapan Pater Dehon agar para religiusnya menjadi “nabi kasih dan pelayan rekonsiliasi.”
Jenderal Ornelas kemudian menyatakan bahwa hari kelahiran Pater Dehon hendak dikenang panggilan agung Kongregasi ini. Maka tanggal 14 Maret adalah Hari Panggilan Dehonian.
“Ini adalah hari di mana kita mengingat panggilan kita, tetapi juga alasan mengapa kita mengundang orang lain untuk bergabung dengan kita sebagai sebuah komunitas. Kita mengundang orang lain karena kita yakin akan perlunya melanjutkan pelayanan kasih dan rekonsiliasi di dalam Gereja dan dunia.”
Misi Para Dehonian
Bagian dari misi Dehonian ialah mengundang orang lain untuk bergabung dalam doa dan tindakan rekonsiliasi. Para Dehonian entah SCJ ataupun awam Dehonian merayakan Dehon Day dengan kesadaran ingin menjadi bagian dari sebuah karya yang tidak dimulai oleh kita, melainkan oleh kerahiman Allah dimana para Dehonian mengajak semakin banyak orang di kehidupan modern, global, dan sekuler mengingat bahwa Allah mengasihi dan mengundang mereka untuk hidup dalam kesatuan kasih.
Bila saat ini Dehon Day sudah menjadi bagian kehidupan komunitas dehonian di banyak tempat entah di paroki atau rumah pendidikan, ini menjadi penanda bahwa undangan pater Dehon agar kita menjadi nabi kasih dan pelayan rekonsiliasi tetap dijalani dan dilanjutkan. ***
(Dari berbagai sumber Tim Komunikasi SCJ Indonesia)


Leave a Reply