
“Ia adalah sosok yang dipenuhi dengan kasih yang meluber-luber (surplus of charity)” Demikian ungkapan hati dari Romo Yohanes Ferry Ariyanto, SCJ (adik kandung Romo Alexander David Buntoro, SCJ) saat menyampaikan kata sambutan mewakili keluarga dalam Misa requiem. Ungkapan tersebut menggambarkan sosok Romo David sebagai pribadi yang penuh kasih, yang tidak hanya menyimpan kasih bagi dirinya sendiri, tetapi juga membagikannya kepada orang-orang di sekitarnya. Kebaikan, keramahan, dan semangat pelayanannya menjadi kenangan berharga yang terus hidup dalam hati keluarga, sahabat, dan seluruh anggota Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ).

Pada hari Senin, 19 Oktober 2026 banyak orang datang dari berbagai daerah ke Gerja Paroki St. Yusup, Pringsewu, Lampung untuk mendoakan dan mengantarkan Rm. David SCJ ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kepergian Romo David SCJ yang terjadi secara tidak terduga ini tentunya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Sosok yang dikenal periang, sederhana, dekat dengan orang-orang kecil, dan memiliki semangat pelayanan yang luar biasa ini telah meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah mengenal dan mengalami pelayanannya.

Rangkaian pemakaman diawali dengan Perayaan Ekaristi pukul 10.00 WIB. Perayaan berlangsung dengan khidmat dalam suasana doa dan kesedihan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Andreas Suparman SCJ selaku Romo Provinsial SCJ Indonesia serta dihadiri oleh ratusan imam yang hendak turut memberikan penghormatan terakhir kepada Romo David SCJ. Hadir juga para suster, keluarga, kerabat, keluarga besar Rm. David SCJ, dan umat dari Pasang Surut serta Jakarta dalam misa requiem menjadi tanda betapa beliau dicintai oleh banyak orang.

Setelah Perayaan Ekaristi, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemakaman pada pukul 12.00 WIB. Dalam suasana penuh haru, keluarga, para imam, suster, dan umat mengiringi Romo David SCJ menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Momen ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus perpisahan dengan Romo David SCJ yang selama hidupnya telah mempersembahkan diri untuk Tuhan dan seluruh umat.

Pemakaman Romo Alexander David Buntoro SCJ bukan sekadar momen perpisahan, melainkan juga kesempatan untuk mengenang kasih dan pelayanan yang telah ia bagikan sepanjang hidupnya. Kepergiannya yang tidak terduga menyisakan pertanyaan dan kesedihan bagi banyak orang. Namun, kehadiran banyak orang dalam pemakaman ini menunjukkan bahwa kasih yang diberikan dengan tulus tidak pernah benar-benar hilang. Kasih itu tetap hidup dalam kenangan dan diteruskan melalui mereka yang pernah mengalaminya. Semoga Romo David SCJ beristirahat dalam damai Tuhan dan semangat kasih serta pelayanannya terus menginspirasi keluarga besar SCJ dan semua orang yang mengenalnya.

by: fr. Billly SCJ & Rm. Francis Dedi SCJ
