Meneladan Kesetiaan Maria, Para Frater SCJ Gisting Berziarah ke Goa Maria Padang Bulan

Pringsewu, 24–25 Oktober 2026 — Para frater Postulat-Novisiat SCJ St. Yohanes Gisting melaksanakan peziarahan dengan berjalan kaki dari rumah formasio mereka di Gisting menuju Goa Maria Padang Bulan, Pringsewu, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan menjelang penutupan Bulan Rosario ini menjadi bagian dari proses formasio untuk meneguhkan ketangguhan pribadi, semangat panggilan, dan kesetiaan para frater dalam mengikuti Kristus. Selain sebagai latihan fisik dan mental, peziarahan ini juga menjadi ungkapan devosi kepada Bunda Maria, teladan iman dan ketaatan kepada kehendak Allah.

Belajar Kesetiaan dari Bunda Maria

Sebelum memulai perjalanan, para frater mengikuti pembekalan untuk memperdalam motivasi panggilan dan memahami nilai-nilai rohani yang hendak dihayati selama peziarahan.

Pembekalan tersebut secara khusus mengangkat teladan Bunda Maria dalam menanggapi panggilan Allah, terutama melalui sikap keterbukaan, ketaatan, kepasrahan, dan kesetiaannya.

Jawaban iman Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38), menjadi inspirasi bagi para frater dalam menjalani perjalanan panggilan mereka.

Maria tidak hanya menunjukkan kesediaan untuk menjawab panggilan Allah pada awal perutusannya, tetapi juga memelihara kesetiaan tersebut sepanjang hidupnya, termasuk ketika harus menghadapi berbagai tantangan dan penderitaan.

Melalui peziarahan ini, para frater diajak untuk melihat kembali perjalanan panggilan masing-masing, mensyukuri pertumbuhan yang telah dialami, mengenali kelemahan yang masih perlu diperbaiki, serta memperbarui komitmen dalam menjalani proses formasio.

Dengan demikian, perjalanan menuju Goa Maria Padang Bulan bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, melainkan juga kesempatan untuk mengolah pengalaman batin, memperdalam relasi dengan Tuhan, dan belajar setia dalam menjawab panggilan-Nya.

Merayakan Ekaristi dalam Semangat Persaudaraan

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah menempuh perjalanan panjang sehari sebelumnya, para frater mendapat kesempatan untuk melayani sebagai petugas koor dalam perayaan Ekaristi di Goa Maria Padang Bulan.

Pelayanan koor kali ini terasa istimewa karena para frater berkolaborasi dengan anggota UKMK Universitas Lampung (Unila). Kebersamaan tersebut menjadi pengalaman baru yang mempertemukan para calon religius dan mahasiswa dalam semangat pelayanan serta persaudaraan Kristiani.

Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Cuaca yang cukup bersahabat turut mendukung suasana doa, sementara kehadiran umat semakin mempererat semangat kebersamaan dalam perayaan iman tersebut.

Mengasihi Allah dan Sesama melalui Tindakan Nyata

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Yohanes Rasul Susanto SCJ, didampingi dua imam konselebran, yakni Rm. Yosep Sutrisno Amirulah SCJ dan Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ.

Dalam homilinya, Rm. Yohanes Rasul Susanto SCJ mengajak seluruh umat untuk semakin menghayati kasih kepada Allah dan sesama secara tulus.

Kasih Kristiani tidak cukup hanya diungkapkan melalui perkataan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Setiap orang dipanggil untuk mengasihi tanpa membeda-bedakan, termasuk mereka yang pernah menyakiti, mengecewakan, ataupun membutuhkan pertolongan.

Bunda Maria menjadi teladan dalam menghayati kasih yang setia, bahkan di tengah pengalaman penderitaan. Melalui teladan hidupnya, umat diajak untuk terus belajar mengasihi, mengampuni, dan mendoakan sesama.

Pesan homili tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pengalaman akan kebaikan dan kasih Allah semestinya menggerakkan setiap orang untuk membagikan kasih yang sama kepada sesama, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mengasihi manusia.

Membangun Persaudaraan dan Kerja Sama

Selain memperdalam pengalaman iman dan panggilan, peziarahan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan melalui perjumpaan dengan anggota UKMK Universitas Lampung.

Kerja sama dalam pelayanan koor menjadi pengalaman berharga bagi kedua pihak. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat menjadi awal terjalinnya relasi yang lebih erat antara Komunitas Postulat-Novisiat SCJ St. Yohanes Gisting dan para mahasiswa Katolik Unila.

Melalui relasi yang telah terbangun, kedua pihak diharapkan dapat saling mendukung dalam pertumbuhan iman, pelayanan, dan kegiatan bersama pada masa mendatang.

Peziarahan ini akhirnya menjadi pengingat bagi para frater bahwa perjalanan panggilan tidak selalu mudah. Sebagaimana perjalanan panjang menuju tempat ziarah membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk terus melangkah, demikian pula kehidupan panggilan membutuhkan kesetiaan yang terus diperbarui setiap hari.

Dengan meneladan Bunda Maria, para frater diajak untuk terus menghidupi jawaban iman mereka kepada Tuhan, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui kesediaan untuk dibentuk, bertumbuh, dan melayani dengan sepenuh hati.


Penulis: Fr. Cristisn Alfa Abitama

Gisting, 26 Oktober 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top