MISI SCJ KE COLOMBIA (1)

Kisah Bermisi Rm. FX. Joko Susilo SCJ

Perjalanan Jakarta – Quito Ekuador

Sekitar 15.30 dari Pastoran Cilandak, dihantar oleh Rm. H. Wardjito SCJ sebagai Prokur Misi SCJ Indonesia, Rm. Jozef Kurkowski SCJ rekan sekomunitas, Rm. Kris Pr Tanjungkarang yang sedang belajar Bahasa Belanda dan tinggal di Cilandak, Mas Kamto dan Sihono karyawan pastoran Cilandak, dan Gabby OMK Cilandak, kami menuju Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Sesampai di bandara para suster Charitas perwakilan Pondok Labu dan Lebakbulus juga hadir.

Proses check in sedikit menghadapi masalah tentang one way tiket dan surat undangan dari Superior Distrik Ekuador sebagai penjamin selama di Ekuador yang berbahasa Spanyol.  Maka menunggu terjemahan berbahasa Inggris yang diminta oleh petugas check in Maskapai KLM. Setelah selesai dengan urusan undangan dari Ekuador berbahasa Inggris, saya diperkenankan masuk ke Imigrasi.

Dari Jakarta kemudian 19.25 terbang menuju ke Kuala Lumpur, dan mendarat di Kuala Lumpur kurang lebih 21.25. Transit sebentar lalu lanjut 23.50 terbang menuju Amsterdam dan sampai Schipol Amsterdam pukul 05.50 waktu setempat. Transit di Schipol Amsterdam cukup lumayan, sekitar 4 jam, karena pesawat lanjutan menuju Quito Ekuador baru pukul 10.15. Lumayan untuk cuci muka, dan secangkir kopi panas. Setelah melalui perjalanan selama 12 jam 45 menit sampailah di bandara Quito, Ekuador hari Jumat, 6 Maret 2020 pukul 16.02 waktu setempat, dengan disambut gerimis hujan berkat di bandara.

Di pintu keluar bandara  disambut dengan pelukan hangat persaudaraan oleh rm Jose Luis koordinator misi Kolumbia, dulu adalah wakil superior distrik ekuador, rm Delio (Argentina), rm Roger (Filipina) dan rm Rafael (Brazil).

Dari bandara membutuhkan waktu sekitar 45 menit menuju Paroki St. Maria de La Argelia. Rumah Pastorannya bersih, rapi, dan ada 12 kamar. Aku ditunjukkan kamarku oleh  Rafael. Kami misa welcoming jam 18.30. Dalam misa dibawakan doa intensi syukur atas kedatangan di Ekuador dan mohon berkat untuk karya misi scj di Kolumbia. Selain itu juga, doa utk kesehatan bapak Yohanes Sumadji (ayahanda Rm. Lilo), dll.

Ada tiga konfrater yang tinggal di Pastoran St. Maria de la Argelia ini, mereka adalah misionaris dari Provinsi SCJ Spanyol. Bruder Jose Maria Urbhina, SCJ, Rm. Benjamin SCJ dan Rm. Jose Luis SCJ.

Quito Selatan, tempat kami tinggal adalah daerah pinggiran dan terletak dekat dengan  daerah pegunungan, jadi udaranya dingin-dingin sejuk…heheheh.

Hari-hari pertama sempat mengunjungi beberapa kapel yang dekat satu dengan yang lainnya. Kapel Fransiskan, kapel Kongregasi Misi, Kapel Jesuit, dan museum katedral. Kapel-kapel tua yang indah, bahkan ada beberapa bagian hiasannya yang terbuat dari emas. Indahnya kapel itu, juga dihiasi di beberapa tempat doanya ada coretan-coretan seperti di bangku-bangku gereja di Indonesia, tertulis nama orang-orang dan lain-lain.

Selain itu ada pemandangan di setiap pintu masuk kapel banyak ditemukan pengemis yang duduk atau berdiri untuk meminta-minta pada setiap orang yang datang berkunjung. Tempat yang menarik selain kapel yang kami kunjungi, adalah kompleks katedral yang disewakan menjadi tempat kuliner bahkan terkenal. Kami sempat ngopi di salah satu warung sederhana disitu.

Pada hari Minggu, kami dibagi untuk misa konselebrasi di beberapa stasi yang termasuk dari Paroki Maria de Argelia. Saya misa bersama Rm. Delio SCJ dan Rm. Benjamin SCJ di Kapel stasi Aida y Leon. Kapel tertua di paroki ini. Ada sekitar 60 orang yang hadir. Kapelnya sederhana, dengan petugas liturgi yang khas Amerika Latin dengan iringan gitar.

Belajar Bahasa Spanyol

Memulai proyek Misi di Kolombia adalah dengan perjumpaan dan hidup komunitas SCJ di Ekuador untuk belajar bahasa Spanyol dan membangun hidup komunitas. Konfrater yang bermisi di Kolombia ada dua yang sudah lancar berbahasa Spanyol, Rm. Delio SCJ dari Argentina yang memang berbahasa Spanyol, Rm. Rafael, SCJ dari Brasil yang pernah 4 tahun studi di Venezuella yang berbahasa Spanyol. Sedangkan Rm. Roger SCJ dari Filipina dan saya baru pertama kali mengenal dan belajar secara khusus bahasa Spanyol.

Pembelajaran bahasa Spanyol diselenggarakan oleh PUCE (Pontificia Universidad Catolica del Ecuador). Kursus sudah mulai sejak senin (3 Maret 2020). Setiap pagi kami berangkat dari rumah pukul 05.30 dan naik bus, dua kali menuju Kampus. Pagi yang cukup dingin, sekitar 11 derajat celcius selalu menyertai perjalanan kami menuju Kampus. Kursus hanya 2 jam untuk setiap harinya.

Ada 6 teman kami yang belajar bersama; 2 suster dari CMS (Combonian) orang Afrika, 1 orang dokter dari Mesir, yang lainnya 1 orang dari Yaman, 1 orang Korea dan 1 orang dari Wuhan China. Di Univesitas yang sama, para frater SCJ Ekuador juga menempuh studi di Fakultas Filsafat dan Teologi.  Sepulang dari kampus, kami biasanya sarapan dan beraktifitas di rumah.

Semua tentang Virus Korona

Mulai Jumat 13 Maret 2020 diumumkan bahwa tidak ada kelas karena himbauan dari Presiden Ekuador untuk memberhentikan semua aktifitas belajar di sekolah dan di Universitas untuk sementara waktu.

Sabtu, 14 Maret 2020 kami merayakan ulang tahun kelahiran Pater Pendiri, Pater Leo Dehon dengan misa di Paroki St. Maria Argelia bersama keluarga dehonian dan beberapa umat. Hadir juga suster-suster Kongregasi Asunción. Misa dipimpin oleh Rm. Bruno SCJ superior SCJ distrik Ekuador. Ada 6 orang frater postulan ikut serta, dan 3 orang calon SCJ. Setelah misa kami merayakan bersama dengan makan malam di komunitas pastoran Argelia. Selain sekolah yang libur, perayaan ekaristi publik di Gereja juga untuk ditiadakan.

Hari Minggu, 15 Maret kami misa di biara susteran Asunción, dan konfrater yang lain misa di komunitas pastoran.

Ada banyak aktifitas yang kami alami selama hampir dua bulan ini tinggal di komunitas. Mulai dari bersih-bersih rumah, masak bersama, doa dan misa. Selain itu, juga dalam kegiatan sosial berbagi makanan untuk umat lansia dan yang membutuhkan di Paroki Argelia ini. Dalam keadaan normal, mereka mengambil di sekretariat paroki, namun karena situasi Corona, maka kami dibantu petugas dari kepolisian untuk berkeliling ke rumah-rumah umat

Salah satu kreatifitas rm. Delio saat tinggal dan masak sendiri di komunitas, roti tart ‘borobudur’.
Terlibat dalam karya sosial memberikan sembako kepada masyarakat saat siatuasi sulit karena pandemi Covid-19

Saat Pekan Suci Rm. Roger SCJ membantu melayani perayaan pekan suci di biara suster Asunción, dan kami yang lain melaksanakan semua acara liturgi di Gereja dan komunitas. Saya pelan-pelan belajar tradisi Pekan Suci dalam liturgi ‘gaya amerika latin’ meski dalam konteks sederhana.  

Setelah perayaan Kamis putih, kami melanjutkan dengan tuguran, berdoa Hora Santa (Jam Kudus). Jumat pagi kami jalan salib dan sorenya perayaan Ibadat Jumat Agung. Malamnya sebelum istirahat, kami berdoa 7 sabda Yesus dengan menggunakan beberapa simbol, antara lain: menyalakan lilin, berlutut, menghormat Kitab Suci, menanam benih ditanah dalam pot sebagai lambang Yesus yang wafat, masuk dan bersatu dengan ibu pertiwi dan akan menumbuhkan kehidupan baru.

Sabtu suci pagi, kami berdoa tujuh kedukaan Bunda Maria, dan malamnya kami merayakan malam Paskah bersama.

Perayaan Ekaristi Malam Paskah. Rm. Lilo memegang Lilin Paskah dalam upacara cahaya.

Misi Colombia

Dalam beberapa kali pembicaraan antara Pater Jendreal (Rm Carlos Luis SCJ), Rm, Levi SCJ dan Rm. Jose Luis SCJ dan berdasarkan tawaran Keuskupan Bogota, maka karya misi Colombia akan dimulai dengan mengelola sebuah Paroki Administratif, yang tentunya masih menginduk dan didampingi oleh paroki utama.

Proyek Misi Colombia merupakan salah satu hasil pembicaraan beberapa kali dalam Kapitel Jendral, berkaitan dengan pengembangan Karya Misi di Amerika Latin. SCJ sudah ada dan berkarya di Venezuella, Ekuador dan Brasil, mengapa tidak mengembangkan juga di Colombia karena berdekatan teritorialnya? Akhirnya setelah bertemu dengan pihak Keuskupan Bogota, SCJ disambut dengan hangat dan ditawarkan karya parokial sebagai langkah awal misi. Tempat yang dipercayakan adalah daerah Usme, tepatnya di Paroki Jesu Cristo Puerta le de Fe.

Selain belajar bahasa Spanyol, kami juga membangun hidup komunitas di Quito ini. Setiap selasa, kami group Colombia berjumpa membahas dan memperdalam materi, sharing keluarga, pribadi, panggilan dan masih banyak lagi. Rencananya kami akan tinggal di Ekuador sampai dengan bulan Mei, dan baru di bulan Juni kami akan memulai masuk di Colombia.

Namun dengan situasi berhadapan dengan pandemi Covid-19 ini, kami belum tahu rencana selanjutnya. Kami hanya tahu, bahwa kami diutus karena dikasih oleh Allah sendiri dan kerahiman Allah terus bekerja menyertai kami semua dalam keadaan apapun, dan dukungan serta doa para konfrater dan saudari-saudara semua menjadi kekuatan bagi kami dalam karya misi ini. Berkah Dalem.

Rm. Lilo SCJ.

21 Komentar

  1. Romli, tetap setia dgn panggilan n tetap semangat di tempat baru yg dingin.Sy tetap membawa Romli dlm doa setiap hari.Tuhan Yesus n Bunda Maria memberkati selalu.

  2. Selamat Romo Lilo,semoga selalu sehat, tetap semangat, sukse dalam karya dan pelayananya. Sekali lagi selamat bermisi SCJ.

  3. Thank GOD,Romo Lilo, semoga Tuhan selalu memberkati Romo Lilo dalam Pelayanan dan bekerja di Ladang Tuhan,,,salam dari Bena, Mile dan Oma Wien dan team PDKK stefanus Malam

  4. Wah senang sekali membaca sharing Dearest Romo Lilo tt karya Misi SCJ di Columbia.Smg pandemi Covid 19 segera berlalu.Lanjut belajar bhs Spanyol dn budaya lokal Columbia.Meskipun kita jauh dimata namun kita dekat dihati eks-garumnensis.Oremus pro invicem per Mariam ad Jesum ad mayofem Dei gloriam.Salam hangat penuh kasih dn hormat,Michael Utama OP dn Maria n Family di Jkt.Ciaooo.

  5. Pengalaman yg indah ditengah kelg yg WELCOME. Teman adalah sama dgn kelg. Kuta tdk pernah merasa sepi apalag kesepian, semua tergantung dr diri kita sendiri, apabila kita selalu rendah hati, pasti demikian pula dg org tsb. Mulailah dr diri kita terlebih dahulu. Sy pernah mengalami nya saat sy study di Swiss, kota yg sangat indah, tp spt kita ketahui bangsa ini termasuk bangsa yg makmur jd kita memaklumi dmn mrk merasa tdk membutuhkan kita. Tp pd saatnya mrk jg mengetahui bhw MAN IS A SOCIAL BEING, jd kita yg memulai utk ramah. Akhirnya mrk sangat Helpfull. Stelah bbrp bln sy dikota besar ZÚRICH sy pindah ke sekolah bahasa di Fribourg kota yg tdk besar disanalah mulai hidup di Asrama yg sebagian besar org dr America Latin ( columbia, venezuela, argentina dan Peru) dmn mrk smua berbahasa spanish. Tp mrk itu lebih suka dg bangsa asia, krn cara bergaul dan tata krama lbih kekeluargaan dpd bgs Swiss sendiri. Mereka sangat setiakawan khusus disaat kita kesulitan ( sakit dll) .
    Dikota tsb banyak mahasiswa yg umumnya mengambil sekolah tinggi Theologi, jd bs membayangkan bhw mrk paling tdk baik2 / lbih alim dpd sy. Jd sy bersyukur mendpt teman2 lingk yg cocok dlm berkomunokasi ( hampur sama kasar dan blak2an tp kekeluargaan) ditamb sekolah tibggi Theologi pula ( kebanyak S2.
    Jd sy rasa sy beruntung dpt bergaul dg tmn2 dr Amerika Latin. Syukur romo memilih utk berkarya disana yg culture nya hampir sama dg Asia, tp ora wong Jowo ya…wong jowo biasa lembut2 dan sulit ditebak maunya ha..ha..tp klo romo Lilo ora jowo2 100 %.
    SUKSES ya Romo dlm menimba pengalaman dan semoga cepat berhasil dlm meniti karir serta tetap setia dlm pelayanan.
    Salam dan teriring doa dr kami semua. Tuhan memberkati

    • Silahkan asal mohon dicantumkan link sumbernya berita dari website kami.
      Mohon bantuannya untuk mensharinkan website kami siapa tahu ada yang terpanggil juga untuk menjadi Dehonian (Imam atau Bruder SCJ). Tuhan memberkati

  6. Saya yakin dengan sikap bathin Romo Lilo, sangat potensial untuk sukses di mana saja, termasuk di Columbia. Sukses dan berkah dalem.

  7. Waaah Puji Tuhan Romo Lilo.
    Senangnya membaca kabar ini. Tetap semangat dan tetap sehat ya Romo..
    Tuhan Yesus berkati.
    Salam dari umat Lingkungan Simeon dan wilayah 7.
    Berkah Dalem.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*