Romo Fridho dilahirkan pada 15 Juni 1955 sebagai anak ke-5 dari 9 bersaudara. Ia menjalani masa kecilnya di Kota Gajah dan Kotabumi di Lampung.
Ia memulai pendidikannya sebagai calon SCJ pada tahun 1977. Kemudian menjalani formasio sebagai postulan dan novisiat di Yogyakarta. Rm Fridho sejak di Skolastikat SCJ dikenal memiliki banyak bakat dan kreatif.
Setelah ditahbiskan romo Fridho berkarya di paroki-paroki di KAPAL. Ia juga mendedikasikan diri dalam pelayanan komunitas SCJ, khususnya beberapa kali diangkat menjadi superior wilayah. Setelah itu, Rm Fridho berkarya di lembaga pendidikan milik keuskupan Agung Palembang yaitu Yayasan Xaverius Palembang. Setelah paripurna tugas di Yayasan Xaverius, Romo Fridho masih memberikan diri untuk dunia pendidikan umum di Sekolah Yos Sudarso. Seiiring berjalannya waktu, romo Fridho kemudian ditugaskan untuk kembali menekuni pelayanan pastoral di paroki. Bahkan dengan tetap menjaga semangat mudanya, beliau melaksanakan tugas sebagai moderator OMK dekanat 2.
Karya
- 1984 – 1988 Pastor Paroki Para Rasul Tegal Sari
- 1988 – 1991 Pastor Paroki Trinitas Bangunsari
- 1991 – 1992 Prefek Studi di Seminari St Paulus
- 1992 – 1998 Rektor Komunitas SCJ di Seminari St. Paulus Palembang
- 1992 – 1998 Rektor Seminari St. Paulus Palembang
- 1998 – 1999 Sabatikel di USA
- 2000 – 2006 Pastor Paroki Santo Fransiskus De Sales Palembang
- 2002 – 2018 Yayasan Xaverius Palembang
- 2009 – 2010 Paroki Santo Fransiskus de Sales Palembang
- 2019 – 2021 Yayasan Pendidikan Leo Dehon di Metro
- 2022 – 2023 Pastor residen di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo
- 2023 – 2024 Administator parochus Paroki St. Pius X Gisting
- 2024 – 2026 Pastor rekan di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo
Dalam keseharian Romo Fridho dikenal dengan aneka pantun yang dibawakannya pada aneka kesempatan. Ia cukup bersemangat. Bersedia belajar suatu hal baru. Kesannya dengan apa yang dilakukan itu beliau ingin membagikan aneka hal kepada banyak orang. Romo Petrus Santoso mengatakan: Beliau adalah pribadi yang energik, kreatif, suka menyanyi, bersahabat, kebapakan, dan memiliki kemampuan “Leadership” yang baik. Beliau adalah pribadi yang sangat rapi dalam penampilannya. Apalagi jika sudah pakai Baju Pramuka lengkap, beliau tampak gagah. Dan beliau juga adalah pribadi yang suka mengabadikan peristiwa-peristiwa yang ada di sekitarnya dengan membuat video di channel YouTubenya. Juga suaranya bisa didengarkan lewat RESI SCJ (Renungan Singkat). Beliau benar-benar memiliki hati seorang gembala untuk melayani dengan cara apapun dan tidak pernah merasa lelah di usianya yang sudah tidak muda lagi.
Romo Fridho yang energik ini menghadap Tuhan pada hari Selasa 6 Januari 2026. Beberapa kisah hari-hari terakhirnya:
Pada tanggal 28 Desember 25 sampai dengan 1 Januari 26 beliau mendampingi kegiatan Porseni Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekanat Belitang di Tegal Arum, Baturaja selaku moderator OMK Dekanat Belitang. Pada waktu itu, beliau merasa tidak enak di bagian perut dan sempat berobat ke RS Antonio, Baturaja. Pada hari Sabtu, 3 Jan 2026 Rm. Fridho merasakan perut kembung dan melilit. Ia meminta obat ke RSCh Belitang dan karena hal itu ia membatalkan pelayanan misa di 2 stasi.Pada hari Minggu, 4 Jan 2026, ia masih ikut serta dalam Perayaan Ekaristi HR Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner se-Paroki SMTB. “Romo Kadi, saya ikut misa, kalau nanti tidak kuat saya turun ya, ” Kata beliau sebelum perarakan masuk Gereja. Dan Benar saat nyanyian Mazmur dilambungkan beliau pamit tidak melanjutkan misa dan diantar ke RSCh. Selama perawatan beliau merasa sakit melilit dan kembung. Ditawari utk rujuk ke Palembang beliau tidak mau, “Gak usah ke Palembang, di sini saja. Dua hari juga akan sembuh”.
Setelah berada di rumah sakit dan mengalami perawatan pada Selasa, 06 Januari 2026 dini hari beliau menghadap Bapa di Surga.***
(Penulis: C. Wahyu Tri Haryadi SCJ)

Leave a Reply