Komunitas Awam Dehonian Indonesia (KAD) merayakan kesatuan dalam persaudaraan di Jambi mulai 25 Juni sampai 28 Juni 2026. Tema yang diangkat adalah Bersatu dalam Kasih, merangkul dan Mendengarkan. Hadir 400 awam Dehonian dari banyak wilayah Kongregasi SCJ berkarya di Indonesia: Sumatera Utara, Bengkulu, Pekan Baru, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Yogyakarta dan Papua.
Temu Akbar
Disebut Temu Akbar Nasional karena memang peserta dalam pertemuan ini berasal dari semua tempat dimana SCJ berkarya di Indonesia. Pertemuan yang telah dilakukan berturut-turut sebelumnya di Yogyakarta, Lampung, Palembang, Belitang, kini dilaksanakan di Jambi. Semua perwakilan komunitas awam dehonian hadir untuk bersatu hati. Kali ini perwakilan dari Filipina dan Vietnam juga hadir.
Dalam misa pembukaan, Pater Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ, menegaskan bahwa KAD dibangun atas dasar yang kokoh yakni Sabda Tuhan dan spiritualitas Dehonian. Para awam Dehonian diundang bukan untuk berdoa saja, tetapi sampai pada aksi sosial yang nyata. Hal ini merupakan pesan dari Pater Dehon, pendiri SCJ, yang sejak awal melibatkan awam dalam pewartaan Kerajaan Hati Kudus Yesus.
Semangat Sint Unum
Tema yang diusung pun menekankan semangat sint unum. Panitia memang menyatukan dengan tema pokok Yubileum Dehonian tentang dialog. Maka dalam pertemuan kali ini para peserta diundang untuk memiliki keterbukaan terhadap yang lain, entah itu latar belakang sosial, keyakinan, maupun adat budaya. Tema ini dijabarkan dalam kegiatan dialog dengan umat Buddha yang secara khusus dilaksanakan di Candi Muaro Jambi. Para awam Dehonian belajar dari sejarah peradaban kehadiran Buddha yang beberapa ratus tahun yang lalu berkembang di daerah Jambi. Dalam acara ini, perwakilan kontingen menampilkan kekayaan budaya mereka di pentas budaya. Hal ini sungguh menambah sukacita dan ikatan persaudaraan.
Dehonian Youth
Sedang orang muda Dehonian yang hadir dalam kegiatan ini, melakukan proses secara terpisah untuk mendalami bagaimana merangkul dan mendengarkan sesama yang berkesusahan dengan cara kunjungan ke panti asuhan. Mereka juga dibekali dengan cara mewartakan kabar sukacita dalam dunia sekarang ini. Ini bekal untuk merangkul sesama.
Tetap Semangat
Kendati cuaca sangat panas, para peserta menunjukkan semangat dan sukacita. Mereka tidak menunjukkan lelah dan keluhan kendati cuaca panas menyertai acara mereka selama tiga hari ini. Para peserta tinggal di rumah umat dan memiliki kesempatan berinteraksi dengan para umat. Mereka memperkenalkan apa itu devosi kepada Hati kudus. Ini sejalan juga dengan program Keuskupan Agung Palembang yang mengajak umat untuk memiliki dan menghidupi devosi dalam hidup berimannya. Panitia memang secara khusus memadukan hal ini sehingga kehadiran Dehonian benar-benar sejalan dengan keadaan umat setempat dan gereja lokal.
Leave a Reply