BEATIFIKASI MARTINO CAPELLI SCJ

Martir Hamba Allah Martino Capelli (nama asli: Nicola), imam religius berkaul dari Kongregasi Para Imam Hati Kudus Yesus (SCJ), lahir pada 20 September 1912 di Nembro (Italia) dan dibunuh karena kebencian terhadap iman pada 1 Oktober 1944 di Pioppe di Salvaro (Italia). Ia akan dibeatifikasi sebagai martir oleh Tahta Suci pada tanggal 27 September 2026. 

Seorang Yang Berwawasan 

Romo Martino lahir di Nembro, Italia, tahun 1912. Sejak muda ia merasa terpanggil untuk mengikuti Kristus dengan jalan hidup religius. Ia mengikrarkan kaul pertama sebagai SCJ pada tahun 1930, dan kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1938. Romo Martino dikenal sebagai pribadi yang serius dalam belajar dan mendalami iman. Ia menempuh pendidikan di Institut Kitab Suci dan Universitas Urbaniana di Roma (1939–1943). Ini menunjukkan betapa ia ingin melayani bukan hanya dengan hati, tetapi juga dengan pengetahuan yang mendalam.
Setelah menempuh studi di Roma, pada tahun 1943 ia mengajar teologi di seminari SCJ, yang selama Perang Dunia II dipindahkan dari Bologna ke Castiglione dei Pepoli. Dalam usia yang relatif muda, ia sudah menunjukkan semangat yang besar untuk melayani Gereja, terutama lewat dunia pendidikan dan pembinaan.

Situasi Krisis  

Keadaan Itali yang ada dalam kekuasaan Nazi, membuat situasi negara ini cukup mengerikan. Suasana tidak aman dan penderitaan terjadi di negara itu. Karena itulah Romo Martino bersama komunitas mencoba menemukan tempat yang lebih tenang. Namun kenyataannya berbeda. Di tempat baru tersebut, ia menjumpai banyak orang menderita dan korban perang. Hatinya tergerak untuk membantu dan menolong mereka. Tidak peduli apakah mereka adalah Italian atau orang Jerman, karena mereka mengalami sakit atau kesusahan maka ia membantu mereka. Bukan hanya mengobati tapi juga mendoakan mereka yang menderita. Karena itulah justru ia dianggap sebagai mata-mata oleh Nazi.

Atas desakan pemimpinnya, Romo Martino diminta untuk mencari tempat yang aman. Namun ia menolak dan memilih untuk tetap bersama dengan umat dan mereka yang menjadi korban.

Bersama Romo Elia Comini SDB dan banyak warga sipil, ia ditangkap dan ditahan pada tanggal 29 September 1944 oleh SS Nazi dan dipenjarakan di sebuah kandang di Pioppe di Salvaro, sebuah kota dekat Bologna. Dalam penjara itu, ia merawat dan memberkati mereka yang dieksekusi. 

Pada tanggal 1 Oktober 1944, bersama 44 korban lainnya, ia terlebih dahulu ditembak. Dalam keadaan terluka, ia tetap berusaha untuk memberkati korban yang meninggal satu persatu.  Kemudian dalam kondisi yang memprihatinkan itu ia bersama para korban yang sudah tergeletak dihabisi dengan granat tangan dan dimasukkan ke dalam kolam air.***

 (Komsos SCJ Indonesia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*